Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Anak Perempuan Rasululah ﷺ Dicerai Dan Kebohongan Kaum Quraisy

A. Dua Anak Perempuan Nabi ﷺ Dicerai


Setelah semua yang dilakukan Quraisy tidak berpengaruh sedikit pun,

Baca nanti: Fitnah Bangsawan Quraisy, Nabi Muhammad ﷺ Gila


Abu Lahab lalu memerintahkan kedua anak lakilakinya yang merupakan para suami dari dua anak perempuan Nabi ﷺ.

Ruqayyah dan Ummu Kultsum untuk menjatuhkan talak.

Setelah perisciwa itu, Ruqayyah diperistri 'Utsman bin 'Affan, sedangkan Ummu Kultsum yang telah berumur tidak menikah lagi.

Meski demikian, Nabi saw sama sekali tidak pernah putus asa. Bahkan, beliau mengajak Abu Lahab untuk masuk Islam.

Abû Lahab menolak ajakan Nabi ﷺ dengan mengatakan,

"Wahai Muhammad, apakah engkau ingin agar aku bersaksi di hadapan Tuhanmu bahwa engkau telah menyampaikan risalah?"

Akhirnya Nabi ﷺ menyingkir pergi meninggalkan Abu Lahab.

Sepeninggal Rasulullah ﷺ, Abu Lahab berkata kepada para sahabatnya.

"Aku tahu bahwa sesungguhnya dia berada di jalan yang benar."

Akan tetapi, dia tetap memusuhi Rasulullah ﷺ meski hati kecilnya mengakui kebenaran Rasulullah ﷺ dan Islam.


B. Kampanye Kebohongan Kaum Quraisy


Kaum Quraisy tidak menyerah. Mereka berjuang keras untuk menghambat laju dakwah Nabi ﷺ, seribu satu cara mereka rancang.

Ketika kaum Quraisy menyelesaikan ritual haji, mereka segera memikirkan cara-cara yang akan digunakan untuk menghalangi dakwah Islam.

Salah satunya dengan menggencarkan kampanye kebohongan.

Mereka telah banyak melakukan kebohongan dengan beragam jenis dan seninya.

Mereka selalu berkata tentang al-Qur'an seperti yang Allah abadikan dalam firman-Nya,

Bahkan, mereka berkata (pula), (al-Qur'an itu adalah) mimpi-mimpi yang kacau, atau hasil rekayasanya Muhammad,

بَلْ قَالُوْٓا اَضْغَاثُ اَحْلَامٍۢ بَلِ افْتَرٰىهُ بَلْ هُوَ شَاعِرٌۚ فَلْيَأْتِنَا بِاٰيَةٍ كَمَآ اُرْسِلَ الْاَوَّلُوْنَ
bahkan dia sendiri seorang penyair, maka hendaknya dia mendatangkan kepada kita suatu mukjizat, sebagaimana rasul-rasul terdahulu. (QS. al-Anbiya' 21: 5)

Mereka mengatakan bahwa al-Qur'an adalah mimpi Muhammad di malam hari yang dibacakan pada siang hari.

Mereka juga mengatakan bahwa al-Qur'an itu diciptakan oleh Rasulullah ﷺ.

Allah berfirman,

وَقَالَ الَّذِيْنَ كَفَرُوْٓا اِنْ هٰذَآ اِلَّآ اِفْكُ ِۨافْتَرٰىهُ وَاَعَانَهٗ عَلَيْهِ قَوْمٌ اٰخَرُوْنَۚ
Dan orang-orang kafir berkata, "AL- Qur'an ini tidak lain hanyalah kebohongan yang diada-adakan oleh Muhammad dan dia dibantu oleh kaum yang lain." (QS. al-Furqån 25:4)

Mereka juga mengatakan bahwa al-Qur'an adalah ajaran manusia yang diajarkan kepada Muhammad.

Allah merekam hal ini dalam al-Qur'an,

وَلَقَدْ نَعْلَمُ اَنَّهُمْ يَقُوْلُوْنَ اِنَّمَا يُعَلِّمُهٗ بَشَرٌۗ لِسَانُ الَّذِيْ يُلْحِدُوْنَ اِلَيْهِ اَعْجَمِيٌّ وَّهٰذَا لِسَانٌ عَرَبِيٌّ مُّبِيْنٌ
Dan sesungguhnya Kami mengetahui bahwa mereka berkata,

“Sesungguhnya Al-Qur'an itu hanya diajarkan oleh seorang manusia kepadanya (Muhammad).”

Bahasa orang yang mereka tuduhkan (bahwa Muhammad belajar) kepadanya adalah bahasa ‘Ajam, padahal ini (Al-Qur'an) adalah dalam bahasa Arab yang jelas.(QS. an-Nahl 16:103)

Mereka juga sering mengatakan bahwa Muhammad telah bekerja sama dengan teman-temannya dalam membuat al-Qur'an.

وَقَالُوْٓا اَسَاطِيْرُ الْاَوَّلِيْنَ اكْتَتَبَهَا فَهِيَ تُمْلٰى عَلَيْهِ بُكْرَةً وَّاَصِيْلًا
Dan mereka berkata, “(Itu hanya) dongeng-dongeng orang-orang terdahulu, yang diminta agar dituliskan, lalu dibacakanlah dongeng itu kepadanya setiap pagi dan petang.”(QS. al-Furgan 25: 5)

Terkadang mereka mengatakan,

"Sesungguhnya, dia memiliki jin atau setan dan turun kepadanya sebagaimana turunnya jin dan setan atas para dukun."

Maka Allah memberikan jawaban kepada mereka dengan firman-Nya,

هَلْ اُنَبِّئُكُمْ عَلٰى مَنْ تَنَزَّلُ الشَّيٰطِيْنُ

تَنَزَّلُ عَلٰى كُلِّ اَفَّاكٍ اَثِيْمٍ
Apakah akan Aku beritakan kepadamu, kepada siapa setan-setan itu turun? Mereka turun pada tiap-tiap pendusta lagi yang banyak dosa. (QS. asy-Syu'ara" 26: 221-222)

Kedua ayat ini menjelaskan bahwa setan-setan itu turun kepada orang-orang pendusta dan durjana yang herlumuran dosa.

Kadang kala, mereka mengatakan bahwa Nabi ﷺ telah gila. Dia mengkhayalkan makna-makna, lalu dia bentuk dalam kalimat yang sangat indah sebagaimana dilakukan para penyair.

Tentang tuduhan ini pun, Allah memberikan jawaban dalam firman-Nya,

وَالشُّعَرَاۤءُ يَتَّبِعُهُمُ الْغَاوٗنَ

وَاَنَّهُمْ يَقُوْلُوْنَ مَا لَا يَفْعَلُوْنَ
Dan penyair-penyair itu diikuti oleh orang-orang yang sesat. Tidakkah kamu melihat mereka mengembara di tiap-tiap lembah, dan mereka suka mengatakan apa yang mereka sendiri tidak mengerjakan(nya)? (QS. asy- Syu'arâ' |26]: 224--226)

Itulah tiga ciri yang ada pada para penyair, yang tidak satu pun terdapat di dalam diri Rasulullah ﷺ.

Orang-orang yang mengikutinya adalah yang mendapat petunjuk. Mereka memiliki kesalehan akhlak dan perilaku.

Rasulullah ﷺ pun tidak mengembara ke lembah-lembah sebagaimana para penyair.

Sebaliknya, Rasulullah ﷺ berdakwah mengajak manusia untuk menyembah Allah Yang Maha Esa, mengajak pada satu agama.

Dia tidak mengatakan kecuali yang dia lakukan, tidak mengerjakan sesuatu kecuali yang dia katakan. Maka bagaimana mungkin dia dikatakan sebagai seorang penyair?


Penulis&Artikel: katabaislam.com
Ref: DR.Ahmad Hatta, MA. dkk.
Kol: MagfiraPustaka

Post a comment for "Anak Perempuan Rasululah ﷺ Dicerai Dan Kebohongan Kaum Quraisy"

INGAT !!!