Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Kisah Penyembelian Sapi Betina Dalam Al-Qur'an

Apa kabar semuanya? Jumpa lagi dengan Kataba Islam :-) Semoga dengan belajar ini kita memperoleh keutamaan-keutamaan menuntut ilmu dan agar kita selalu berada dalam ridha Allah Azza Wajalla hingga akhir khayat nanti. Aamiin Ya Rabbal Alamin.......


Kali ini Mimin akan membagikan informasi yang sangat penting dan menarik dalam Kitab Suci Al-Qur'an tentang Kisah Penyembelian Sapi Betina tepatnya Q.S. Al-Baqarah 2:67-73.
Namun dalam hal ini sangat banyak umat Islam ataupun non Islam yang salah paham dalam memaknai ayat-ayat Suci Al-Qur'an.

Oleh karena itu Mimin sarankan setelah selesai membaca halaman ini agar mempelajari lebih jauh lagi materi ini dengan cara belajar Kitab Tafsir yang terpercaya,
alangkah baiknya lagi jika didampingi seorang Guru atau Ulama ASWAJA yang paham betul dengan ilmu tafsir.

Baik mari kita sekarang bersama-sama belajar dengan niat mencari Ridha Allah Azza Wajalla.

أَعُوذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ
وَاِذْ قَالَ مُوْسٰى لِقَوْمِهٖٓ اِنَّ اللّٰهَ يَأْمُرُكُمْ اَنْ تَذْبَحُوْا بَقَرَةً ۗ قَالُوْٓا اَتَتَّخِذُنَا
هُزُوًا ۗ قَالَ اَعُوْذُ بِاللّٰهِاَنْ اَكُوْنَ مِنَ الْجٰهِلِيْن

wa iż qāla mụsā liqaumihī innallāha ya`murukum an tażbaḥụ baqarah, qālū a tattakhiżunā huzuwā, qāla a'ụżu billāhi an akụna minal-jāhilīn

67. Dan (ingatlah) ketika Musa berkata kepada kaumnya [1], “Allah memerintahkan kamu agar menyembelih seekor sapi betina [2].” Mereka bertanya [3], “Apakah engkau akan menjadikan kami sebagai ejekan?” Dia (Musa) menjawab, “Aku berlindung kepada Allah agar tidak termasuk orang-orang yang bodoh [4].”

Penjelasan:
[1] Yakni ketika di antara mereka ada yang membunuh seseorang, lalu mereka saling tuduh-menuduh dalam hal itu.

Kemudian mereka membawa persoalan itu kepada Musa 'alaihis salam,
Maka Allah menyuruh mereka menyembelih seekor sapi betina agar orang yang terbunuh itu dapat hidup kembali dan menerangkan siapa yang membunuhnya setelah dipukul dengan sebagian tubuh sapi itu sebagaimana diterangkan dalam ayat 73 dan 74.

Mudah, hanya seekor sapi betina, dan seharusnya mereka langsung mengerjakannya, tetapi mereka banyak bertanya seperti yang disebutkan pada ayat di atas sehingga semakin susah dan memberatkan.

[2] Hikmah Allah menyuruh menyembelih sapi ialah supaya hilang rasa penghormatan mereka terhadap sapi yang pernah mereka sembah.

[3] Dengan nada sombong dan menunjukkan kejahilannya.

[4] Yakni mana mungkin Nabi Musa 'alaihis salam memerintahkan sesuatu yang tidak ada faedahnya, karena hanya orang bodoh yang berkata-kata tanpa faedah.

Di samping itu, orang yang berakal menganggap bahwa termasuk aib jika sampai mengejek antara sesama meskipun ia diberikan kelebihan,

karena kelebihan yang diberikan kepadanya menghendaki untuk bersyukur kepada Allah dan berkasih sayang antara sesama hamba Allah.


قَالُوا ادْعُ لَنَا رَبَّكَ يُبَيِّنْ لَّنَا مَا هِيَ ۗ قَالَ اِنَّهٗ يَقُوْلُ اِنَّهَا بَقَرَةٌ لَّا فَارِضٌ
;وَّلَا بِكْرٌۗ عَوَانٌۢ بَيْنَ ذٰلِكَ ۗ فَافْعَلُوْا مَا تُؤْمَرُوْنَ
qālud'u lanā rabbaka yubayyil lanā mā hiy, qāla innahụ yaqụlu innahā baqaratul lā fāriḍuw wa lā bikr, 'awānum baina żālik, faf'alụ mā tu`marụn

68. Mereka berkata, “Mohonkanlah kepada Tuhanmu untuk kami agar Dia menjelaskan kepada kami tentang (sapi betina) itu.”
Dia (Musa) menjawab, “Dia (Allah) berfirman, bahwa sapi betina itu tidak tua dan tidak muda, (tetapi) pertengahan antara itu. Maka kerjakanlah [5] apa yang diperintahkan kepadamu.”

Penjelasan:
[5] Yakni kerjakan langsung apa yang diperintahkan dan jangan banyak bertanya.

قَالُوا ادْعُ لَنَا رَبَّكَ يُبَيِّنْ لَّنَا مَا لَوْنُهَا ۗ قَالَ اِنَّهٗ يَقُوْلُ اِنَّهَا بَقَرَةٌ صَفْرَاۤءُ
 فَاقِعٌ لَّوْنُهَا تَسُرُّالنّٰظِرِيْنَ
qālud'u lanā rabbaka yubayyil lanā mā launuhā, qāla innahụ yaqụlu innahā baqaratun ṣafrā`u fāqi'ul launuhā tasurrun-nāẓirīn

69. Mereka berkata [6], “Mohonkanlah kepada Tuhanmu untuk kami agar Dia menjelaskan kepada kami apa warnanya.”
Dia (Musa) menjawab, “Dia (Allah) berfirman, bahwa (sapi) itu adalah sapi betina yang kuning tua warnanya, yang menyenangkan orang-orang yang memandang(nya).”

Penjelasan:
[6] Mereka terus bertanya tentang sapi betina itu, sehingga yang sebelumnya mudah menjadi susah, bahkan hampir saja mereka tidak mengerjakannya.

قَالُوا ادْعُ لَنَا رَبَّكَ يُبَيِّنْ لَّنَا مَا هِيَۙ اِنَّ الْبَقَرَ تَشٰبَهَ عَلَيْنَاۗ وَاِنَّآ اِنْ شَاۤءَ
اللّٰهُ لَمُهْتَدُوْنَ
qālud'u lanā rabbaka yubayyil lanā mā hiya innal-baqara tasyābaha 'alainā, wa innā in syā`allāhu lamuhtadụn

70. Mereka berkata, “Mohonkanlah kepada Tuhanmu untuk kami agar Dia menjelaskan kepada kami tentang (sapi betina) itu.
(Karena) sesungguhnya sapi itu belum jelas bagi kami, dan jika Allah menghendaki, niscaya kami mendapat petunjuk.”


وَاِذْ قَالَ مُوْسٰى لِقَوْمِهٖٓ اِنَّ اللّٰهَ يَأْمُرُكُمْ اَنْ تَذْبَحُوْا بَقَرَةً ۗ قَالُوْٓا اَتَتَّخِذُنَا هُزُوًا ۗ قَالَ اَعُوْذُ بِاللّٰهِ اَنْ اَكُوْنَ مِنَ الْجٰهِلِيْنَ
qāla innahụ yaqụlu innahā baqaratul lā żalụlun tuṡīrul-arḍa wa lā tasqil-ḥarṡ, musallamatul lā syiyata fīhā, qālul-āna ji`ta bil-ḥaqqi fa żabaḥụhā wa mā kādụ yaf'alụn

71.Dia (Musa) menjawab, “Dia (Allah) berfirman, (sapi) itu adalah sapi betina yang belum pernah dipakai untuk membajak tanah dan tidak (pula) untuk mengairi tanaman, sehat, dan tanpa belang.”
Mereka berkata, “Sekarang barulah engkau menerangkan (hal) yang sebenarnya.” Lalu mereka menyembelihnya, dan nyaris mereka tidak melaksanakan (perintah) itu [7].

Penjelasan:
[7] Karena sapi sesuai syarat yang disebutkan itu sukar diperoleh, hampir mereka tidak dapat menemukannya.
Demikianlah, ketika mereka memperberat diri dengan banyak bertanya, maka Allah memberatkan mereka.


وَاِذْ قَتَلْتُمْ نَفْسًا فَادّٰرَءْتُمْ فِيْهَا ۗ وَاللّٰهُ مُخْرِجٌ مَّا كُنْتُمْ تَكْتُمُوْنَ ۚ
wa iż qataltum nafsan faddāra'tum fīhā, wallāhu mukhrijum mā kuntum taktumụn

72. Dan (ingatlah) ketika kamu membunuh seseorang, lalu kamu tuduh-menuduh tentang itu. Tetapi Allah menyingkapkan apa yang kamu sembunyikan.


فَقُلْنَا اضْرِبُوْهُ بِبَعْضِهَاۗ كَذٰلِكَ يُحْيِ اللّٰهُ الْمَوْتٰى وَيُرِيْكُمْ اٰيٰتِهٖ لَعَلَّكُمْ
تَعْقِلُوْنَ
fa qulnaḍribụhu biba'ḍihā, każālika yuḥyillāhul-mautā wa yurīkum āyātihī la'allakum ta'qilụn

73. Lalu Kami berfirman, “Pukullah (mayat) itu dengan bagian dari (sapi) itu [8]!” Demikianlah Allah menghidupkan (orang) yang telah mati [9],
dan Dia memperlihatkan kepadamu tanda-tanda (kekuasaan-Nya) agar kamu mengerti.

Penjelasan:
[8] Lalu Allah menghidupkan mayat itu, lantas mayat itu memberitahukan siapa pembunuhnya.

[9] Yakni seperti itulah Allah menghidupkan orang-orang yang telah mati pada hari kiamat.

Seikian dulu pelajaran kali ini dari Mimin, semoga apa yang kita pelajari bisa bermanfaat di dunia dan di akhirat untuk memperoleh Ridha Allah Azza Wajalla, Aamiin Ya Rabbal Alamin.....

Penulis: Kataba Islam
Artikel: Kataba Islam

INGAT !!!