Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Larangan Memaksa Untuk Memeluk Agama Islam

Larangan Memaksa Untuk Memeluk Agama Islam 

Kataba Islam - terkadang kita yang memiliki teman, shahabat, atau pacar (ingat haram) yang berbeda keyakinan dengan kita. 

Namun karena rasa kepedulian atau kasih sayang kepada mereka tidak hanya di dunia, tapi juga di akhirat sehingga besar harapan supaya mereka masuk ke agama Allah ﷻ (Islam).


Namun perlu di ketahuai, bahwa Nabi Muhammad ﷺ  mengajarkan untuk tidak melakukan paksaan kepada orang yang berbeda agama dengan kita supaya memeluk Islam. 

Sebagaiman Allah ﷻ telah menerangkan dalam Al-Qur'an.

1.  Q.S. Al-Baqarah 2:256

Artinya: Tidak ada paksaan untuk (memasuki) agama (Islam); sesungguhnya telah jelas jalan yang benar daripada jalan yang sesat. 

Karena itu barangsiapa yang ingkar kepada Thaghut dan beriman kepada Allah, maka sesungguhnya ia telah berpegang (teguh) pada tali yang sangat kuat yang tidak akan putus. 

Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.

2.  Q.S. Yunus 10:99

Artinya: Dan jikalau Tuhanmu menghendaki, tentulah beriman semua orang yang di muka bumi seluruhnya. 

Maka apakah kamu (hendak) memaksa manusia supaya mereka menjadi orang-orang yang beriman?

3. Q.S. Yunus 10:100

Artinya: Dan tidak seorangpun akan beriman kecuali dengan izin Allah, dan Allah menimpakan azab kepada orang yang tidak mengerti.

4.  Q.S. Al-Kahf 18:29;

Artinya: Dan katakanlah: "Kebenaran itu datangnya dari Tuhanmu; maka barangsiapa yang ingin (beriman) hendaklah ia beriman, dan barangsiapa yang ingin (kafir) biarlah ia kafir". 

Sesungguhnya Kami telah sediakan bagi orang orang zalim itu neraka, yang gejolaknya mengepung mereka. 

Dan jika mereka meminta minum, niscaya mereka akan diberi minum dengan air seperti besi yang mendidih yang menghanguskan muka. 

Itulah minuman yang paling buruk dan tempat istirahat yang paling jelek.

5.  Q.S.Al-Hajj 22:78

Artinya: Dan berjihadlah kamu pada jalan Allah dengan jihad yang sebenar-benarnya. 

Dia telah memilih kamu dan Dia sekali-kali tidak menjadikan untuk kamu dalam agama suatu kesempitan. 

(Ikutilah) agama orang tuamu Ibrahim. Dia (Allah) telah menamakan kamu  orang-orang muslim dari dahulu, dan (begitu pula) dalam (Al Quran) ini, 

supaya Rasul (Muhammad) itu menjadi saksi atas dirimu dan supaya kamu semua menjadi saksi atas segenap manusia, 

maka dirikanlah sembahyang, tunaikanlah zakat dan berpeganglah kamu pada tali Allah. 

Dia adalah Pelindungmu, maka Dialah sebaik-baik Pelindung dan sebaik-baik Penolong.

6.  Ash-Shura 42:8

Artinya: Dan kalau Allah menghendaki niscaya Allah menjadikan mereka satu umat (saja), 

tetapi Dia memasukkan orang-orang yang dikehendaki-Nya ke dalam rahmat-Nya. 

Dan orang-orang yang zalim tidak ada bagi mereka seorang pelindungpun dan tidak pula seorang penolong.


Hikmah: 

Sebagai seorang muslim yang beriman dan bertakwa kepada Allah ﷻ yakini bahwa tidak ada kemampuan manusia untuk menetapkan dirinya atau orang lain menjadi orang beriman, kecuali dengan izin Allah ﷻ dan hidayah-Nya semata.

Akan tetapi, kewajiban hamba-hamba-Nya untuk berusaha menggapai hidayah-Nya dan melakukan dakwah kepada orang lain. Ketentuan dan keputusan akhirnya berada di tangan Allah ﷻ.

Perlu dipahami pula bahwa Nabi Ibrahim as adalah muslim sebagaimana pada Q.S. Al-Hajj 22:78 dan begitu pula para Nabi dan Rasul terdahulu. 

Mereka para Nabi dan Rasul diperintahkan untuk menyeru kepada kaum dan umatnya agar mengikuti Islam agama Allah ﷻ.

INGAT !!!