Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Dukungan Khadijah di Awal Kenabian Muhammad ﷺ

Dukungan Khadijah di Awal Kenabian Muhammad ﷺ

Kataba Islam - Khadijah yang merupakan istri pertama Rasulullah ﷺ sekaligus orang pertama yang membantu suaminya Muhammad ﷺ setelah diangkat menjadi Rasulullah.

A. Dukungan Khadijah

Setelah peristiwa di angkatnya Nabi Muhammad SAW menjadi Rasul, Rasulullah saw bergegas pulang ke rumah.

Setibanya di rumah, Nabi Muhammad saw segera menemui istrinya, Khadijah binti Khuwailid.

"Selimuti Selimuti aku!"

Tubuh nabi Muhammad saw menggigil, raut wajahnya ketakutan. Khadijah heran melihat kondisi suaminya.

Gerangan apa yang telah terjadi pada dirinya? pikir Khadijah. Tanpa sempat bertanya, Khadijah segera menyelimuti tubuh suaminya tercinta.

Beberapa saat kemudian, kondisi Rasulullah saw berangsur pulih. Khadijah lalu bertanya kepada Nabi saw.

“apa yang terjadi pada dirimu?".

Rasulullah saw lalu menceritakan apa yang baru saja dialaminya. Rasa takutnya belum juga hilang.

“Aku amat khawatir terhadap diriku" kata beliau.

Mendengar itu, Khadijah langsung meyemangati suaminya tercinta. Sekali-kali tidak! Allah sama sekali tidak akan menghinakanmu!

Engkau adalah penyambung silaturahim, pemikul beban orang yang mendapat kesulitan, penyantun orang yang papa, penjamu tamu, serta penolong setiap upaya menegakkan kebenaran”.

B. Pertemuan Dengan Waraqah Sepupu Khadijah

Khadijah lalu berangkat bersama Nabi Muhammad saw menemui Waraqah bin Naufal bin Asad bin 'Abdul 'Urzá, sepupu Khadíjah.

Dia adalah penganut Nasrani yang dapat menulis dengan bahasa 'Ibrani. Bahkan, ia sempat menulis Injil ke dalam tulisan 'Ibrani’.

Usianya telah lanjut dan matanya buta.
"Wahai sepupuku! Dengarkanlah cerita dari kemenakanmu!" kata Khadijah.

“Wahai kemenakanku, apa yang engkau lihat?" tanya Waraqah. Lalu Rasulullah saw menceritakan pengalamannya. Waraqah mendengarkan dengan khidmat.

"Sungguh, ini sama seperti ajaran yang diturunkan kepada nabi Musa! Andai saja aku masih bugar dan muda pada masa itu! Andai saja aku masih hidup ketika engkau diusir oleh kaummu!"

ujar Waraqah setelah mendengar cerita Nabi Muhammad saw.

"Benarkah mereka akan mengusirku?" tanya Rasulullah saw penuh keheranan.

Ya, tidak ada seorang pun yang membawa seperti yang engkau bawa melainkan mereka akan dimusuhi. Jika aku masih hidup pada saat itu, niscaya aku akan membantumu dengan sekuat tenaga."
Tidak berapa lama setelah peristiwa tadi, Waraqah meninggal. (HR. Bukhâri dan Muslim).

C. Hikmah Dukungan Khadijah

Respons Khadijah saat menyikapi kejadian yang menimpa suaminya menunjukkan bahwa dirinya adalah wanita yang cerdas, berbudi luhur, dan bernurani bersih.

Inisiatif Khadijah membawa Muhammad saw ke Waraqah merupakan ilham dari Allah swt. Ini bukti bahwa yang baru saja diterima Muhammad adalah wahyu Ilahi.

Pandangan Waraqah tentang makna peristiwa yang dialami Muhammad menjadi bukti keluasan ilmunya.


Penulis&Artikel: katabaislam.com
Ref: DR.Ahmad Hatta, MA. dkk.
Kol: MagfiraPustaka

INGAT !!!