Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Kisah Pada Malam Isra Miraj Nabi Muhammad ﷺ Terlengkap

Kisah  Pada Malam Isra Miraj Nabi Muhammad ﷺ 

Kataba Islam - Isra Miraj adalah perjalanan Nabi Muhammad ﷺ atas perintah Allah SWT yang ditempuh dalam waktu semalam.

Isra adalah perjalanan Nabi Muhammad dari Masjidil Haram di Mekkah ke Masjidil Aqsho di Yerussalem.

Sedangkan Miraj adalah perjalanan Nabi Muhammad dari bumi menuju langit ketujuh, lalu dilanjutkan ke Sidratul Muntaha yang menjadi akhir perjalanan untuk menerima perintah sholat lima waktu sehari semalam dari Allah SWT.

Ibnu Abbas berkata,
"Ketika Abu Sufyan menceritakan tentang Heraklius kepadaku, ia berkata,

'Nabi Muhammad saw menyuruh kami mendirikan shalat, berlaku jujur, dan menjaga diri dari segala sesuatu yang terlarang.'"

Anas bin Malik r.a. berkata,

"Abu Dzarr r.a. menceritakan bahwasanya Nabi Muhammad saw bersabda, 'Dibukalah atap rumahku dan aku berada di Mekah.

Turunlah Jibril a.s. dan mengoperasi dadaku, kemudian dicucinya dengan air zamzam. Ia lalu membawa mangkok besar dari emas, penuh dengan hikmah dan keimanan,

lalu ditumpahkan ke dalam dadaku, kemudian dikatupkannya. Ia memegang tanganku dan membawaku ke langit dunia.

Ketika aku tiba di langit dunia, berkatalah Jibril kepada penjaga langit, 'Bukalah.'

Penjaga langit itu bertanya, 'Siapakah ini?'

Ia (jibril) menjawab, 'Jibril.'

Penjaga langit itu bertanya, 'Apakah Anda bersama seseorang?'

Ia menjawab, 'Ya, aku bersama Muhammad saw.'

Penjaga langit itu bertanya, 'Apakah dia diutus?'

Ia menjawab, 'Ya.'

Pertemuan Dengan Nabi Adam as, Idris as, Musa as, Isa as, Ibrahim as.

Ketika penjaga langit itu membuka, kami menaiki langit dunia.

Tiba tiba ada seorang laki-laki duduk di sebelah kanannya ada hitam-hitam (banyak orang) dan disebelah kirinya ada hitam-hitam (banyak orang).

Apabila ia memandang ke kanan, ia tertawa, dan apabila ia berpaling ke kiri, ia menangis, lalu ia berkata, 'Selamat datang Nabi yang saleh dan anak laki-laki yang saleh.'

Aku bertanya kepada Jibril, 'Siapakah orang ini?'

Ia menjawab, 'Ini adalah Adam dan hitam-hitam yang di kanan dan kirinya adalah adalah jiwa anak cucunya.

Yang di sebelah kanan dari mereka itu adalah penghuni surga dan hitam-hitam yang di sebelah kainya adalah penghuni neraka.'

Apabila ia berpaling ke sebelah kanannya, ia tertawa, dan apabila ia melihat ke sebelah kirinya, ia menangis.

Sampai Jibril menaikkan aku ke langit yang ke dua, lalu dia berkata kepada penjaganya, 'Bukalah.' Berkatalah penjaga itu kepadanya seperti apa yang dikatakan oleh penjaga pertama, lalu penjaga itu membukakannya."

Anas berkata,

"Beliau menyebutkan bahwasanya di beberapa langit itu beliau bertemu dengan Adam, Idris, Musa, Isa, dan Ibrahim shalawatullahi alaihim,

namun beliau tidak menetapkan bagaimana kedudukan (posisi) mereka,

hanya saja beliau tidak menyebutkan bahwasanya beliau bertemu dengan Adam di langit dunia dan Ibrahim di langit keenam."

Anas berkata,
"Ketika Jibril a.s. bersama Nabi Muhammad saw melewati Idris, Idris berkata, 'Selamat datang Nabi yang saleh dan saudara laki-laki yang saleh.'

Aku (Rasulullah) bertanya, 'Siapakah ini?' Jibril menjawab, 'Ini adalah Idris.'

Aku melewati Musa lalu ia berkata, 'Selamat datang Nabi yang saleh dan saudara yang saleh.'
Aku bertanya, 'Siapakah ini?' Jibril menjawab, 'Ini adalah Musa.'

Aku lalu melewati Isa dan ia berkata, 'Selamat datang saudara yang saleh dan Nabi yang saleh.'
Aku bertanya, 'Siapakah ini?' Jibril menjawab, 'Ini adalah Isa.'

Aku lalu melewati Ibrahim, lalu ia berkata, 'Selamat datang Nabi yang saleh dan anak yang saleh.'
Aku bertanya,'Siapakah ini?' Jibril menjawab, 'Ini adalah Ibrahim as.'"

Diwajibkannya Shalat

Ibnu Syihab berkata,
"Ibnu Hazm memberitahukan kepadaku bahwa Ibnu Abbas dan Abu Habbah al-Anshari berkata bahwa Nabi Muhammad saw bersabda,

'Jibril lalu membawaku naik sampai jelas bagiku Mustawa. Di sana, aku mendengar goresan pena-pena.' Ibnu Hazm dan Anas bin Malik berkata bahwa Nabi Muhammad saw. bersabda,

'Allah Azza wa Jalla lalu mewajibkan atas umatku lima puluh shalat (dalam sehari semalam). Aku lalu kembali dengan membawa kewajiban itu hingga kulewati Musa.

Kemudian ia (Musa) berkata kepadaku, 'Apa yang diwajibkan Allah atas umatmu?'

Aku menjawab, 'Dia mewajibkan lima puluh kali shalat (dalam sehari semalam).'

Musa berkata, 'Kembalilah kepada Tuhanmu karena umatmu tidak kuat atas yang demikian itu.'

Allah lalu memberi dispensasi (keringanan) kepadaku (dalam satu riwayat:

Maka aku kembali dan mengajukan usulan kepada Tuhanku), lalu Tuhan membebaskan separonya.

'Aku lalu kembali kepada Musa dan aku katakan, 'Tuhan telah membebaskan separonya.


'Musa berkata, 'Kembalilah kepada Tuhanmu karena sesungguhnya umatmu tidak kuat atas yang demikian itu.

'Aku kembali kepada Tuhanku lagi, lalu Dia membebaskan separonya lagi.

Aku lalu kembali kepada Musa, kemudian ia berkata, 'Kembalilah kepada Tuhanmu karena umatmu tidak kuat atas yang demikian itu.'

Aku kembali kepada Tuhan, kemudian Dia berfirman,

'Shalat itu lima (waktu) dan lima itu (nilainya) sama dengan lima puluh (kali), tidak ada firman yang diganti di hadapan Ku.'

Aku lalu kembali kepada Musa, lalu ia berkata, 'Kembalilah kepada Tuhanmu.'

Aku jawab, '(Sungguh) aku malu kepada Tuhanku.'

Jibril lalu pergi bersamaku sampai ke  Sidratul Muntaha yang tertutup oleh warna-warna yang aku tidak mengetahui apakah itu sebenarnya?

Aku lalu dimasukkan ke surga. Tiba-tiba di sana ada kail dari mutiara dan debunya adalah kasturi.'"

Aisyah r.a. berkata,

"Allah Ta'ala memfardhukan shalat ketika difardhukan-Nya dua rakaat-dua rakaat, baik di rumah maupun dalam perjalanan.

Selanjutnya, dua rakaat itu ditetapkan shalat dalam perjalanan dan shalat di rumah ditambah lagi (rakaatnya)."

(Dalam satu riwayat: Kemudian Nabi Muhammad saw. hijrah, lalu difardhukan shalat itu menjadi empat rakaat dan dibiarkan shalat dalam bepergian sebagaimana semula.)


Penulis&Artikel: katabaislam.com
Ref: DR.Ahmad Hatta, MA. dkk.
Kol: MagfiraPustaka

INGAT !!!