Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Hukum Shalat Di Tempat Tidur

Hukum Shalat Di Tempat Tidur

Kataba Islam - pentingnya shalat maka hendak pula kita memahami segala hal yang berkaitan dengan pelaksanaanya.

Berikut beberapa hadis tentang shalat di tempat tidur dan tempat shalat bahkan di kamar loteng (rumah pohon/ di atap rumah).


1. Shalat di Atas Genting (Atap), Mimbar, dan Kayu

Anas bin Malik berkata bahwa Rasulullah saw jatuh dari kudanya,

lalu terlukalah kulit betisnya atau kulit bahunya (dalam satu riwayat: terluka kaki beliau), dan beliau berjanji tidak akan pulang kepada istrinya selama sebulan.

Beliau tinggal di kamar loteng yang diberi tangga dengan batang korma. Berdatanganlah para sahabat mengunjungi beliau.

Beliau shalat bersama-sama mereka sambil duduk, sedangkan mereka shalat dengan berdiri. Setelah beliau memberi salam, beliau bersabda,

"Imam itu dijadikan hanyalah semata-mata agar diikuti.

Apabila ia sudah takbir, bertakbirlah kamu; apabila dia ruku, rukulah kamu; apabila dia sujud, sujudlah kamu. Apabila dia shalat dengan berdiri, shalatlah kamu dengan berdiri."

Umar bertanya,
"Apakah engkau sudah menceraikan istri-istrimu?"

Nabi menjawab,
'Tidak, tetapi aku berjanji menjauhi mereka selama sebulan".

Setelah hari yang kedua puluh sembilan, beliau turun dari kamar loteng itu (kemudian masuk menemui istri-istri beliau). Lalu para sahabat bertanya,

"Wahai Rasulullah, bukankah engkau berjanji tidak akan pulang selama sebulan?" Beliau bersabda, "Sebulan itu dua puluh sembilan hari."

2. Shalat di Atas Tikar

Jabir dan Abu Sa'id pernah shalat di atas kapal dengan berdiri.

Al-Hassan berkata, "Kalau tidak mengganggu sahabat-sahabat yang lain, Anda boleh shalat dengan berdiri dan berputar-putar dengan berputarnya (perahu). Kalau tidak bisa, bolehlah Anda shalat dengan duduk."

3. Shalat di Atas Hamparan (Tempat Tidur)

Anas pernah shalat di atas tempat tidurnya. Anas berkata,
"Kami pernah shalat dengan Nabi Muhammad saw dan salah seorang dari kami sujud di atas pakaian beliau."

Anas bin Malik r.a. berkata bahwa neneknya, Mulaikah, mengundang Rasulullah saw untuk memakan makanan yang dibuatnya untuk beliau, lalu beliau memakannya. Beliau lalu bersabda,

"Berdirilah. Aku akan shalat untukmu."

Anas berkata,
"Aku berdiri di tikar kami yang telah hitam karena lamanya dipakai. Aku memercikinya dengan air,

lalu Rasulullah saw berdiri dan aku bersama anak yatim membuat shaf di belakang beliau, dan orang perempuan tua di belakang kami.

Rasulullah saw shalat untuk kami dua rakaat, kemudian beliau pergi."

4. Shalat di Atas Tikar Kecil

Aisyah istri Nabi Muhammad saw. berkata,

"Aku tidur di hadapan Rasulullah saw dan kedua kakiku pada arah kiblat beliau (sedangkan beliau melakukan shalat).

Apabila beliau sujud, beliau merabaku, maka aku tarik kedua kakiku. Apabila beliau berdiri, aku julurkan kedua kakiku."

Ia berkata,
"Pada waktu itu, rumah-rumah tanpa lampu." (Dalam satu riwayat: Rasulullah saw melakukan shalat,

sedangkan Aisyah berada di antara beliau dan kiblat, di atas tempat tidur istrinya).

(Dalam riwayat lain: Aisyah telentang di atas tempat tidur yang ditempati mereka berdua tidur, seperti telentangnya jenazah).

5. Sujud di Atas Kain Pada Waktu Panas yang Teramat Terik

Al-Hasan berkata,

"Orang-orang sujud di atas sorban-sorban mereka dan kopiah dengan kedua tangan di dalam lengan baju mereka (karena panas yang sangat terik)".

Anas bin Malik berkata,

"Kami shalat bersama Nabi Muhammad saw. (ketika hari panas terik,(dalam satu riwayat: sangat panas.

Apabila salah seorang dari kami tidak bisa menempelkan wajahnya ke tanah),

lalu salah seorang di antara kami meletakkan ujung pakaiannya di tempat sujud karena sangat (dalam satu riwayat: karena menjaga diri dari) panas."

INGAT !!!